Alasan KPK Perpanjang Masa Tahanan Gubernur Non Aktif Nurdin Abdullah

- 18 Maret 2021, 15:36 WIB
KPK perpanjang penahanan tiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021
KPK perpanjang penahanan tiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021 /ANTARA/Reno Esnir

ZONAJAKARTA.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa tahanan Nurdin Abdullah, Gubernur non aktif Sulawesi Selatan.

Tak hanya Nurdin Abdullah, KPK juga memperpanjang penahanan tersangka lainnya, yakni Sekretaris Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel Edy Rahmat dan Agung Sucipto yang merupakan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba.

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangla dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa serta perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020-2021.

Baca Juga: Kunjungan Jokowi ke Sulawesi Selatan, Resmikan Bandara Toraja dan Peninjauan Vaksinasi Massal

Baca Juga: Menhan Prabowo Subianto Serahkan Pesawat Karya Anak Bangsa kepada Angkatan Udara Republik Senegal

Dikutip Zonajakarta.com dari PMJ News, perpanjangan masa tahanan ini dilakukan karena KPK masih dalam penyelidikan perkara kasus dugaan suap dan gratifikasi ini.

“Tim penyidik dari KPK telah melakukan perpanjangan penahanan saudara NA bersama kawan-kawannya selama 40 hari ke depan sejak tanggal 19 Maret-27 April 2021,” beber Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ZONA JAKARTA (@zonajakartadotcom)

Halaman:

Editor: Richard Tamon

Sumber: PMJNews, ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

-->

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X