Warga Malaysia Tidak Terima Pemerintah Lakukan Lockdown, Diangap Pemerintah Tidak Demokratis...

- 23 Maret 2020, 10:25 WIB
MALAYSIA telah menyerukan lockdown sejak Selasa, 17 Maret 2020 karena wabah corona.*

Zonajakarta.com - Pandemi global covid-19 atau virus corona memaksa berapa negara melakukan penutupan negaranya dari keluar masuk pendatang juga warganya, termasuk membatasi masyarakatnya melakukan aktifitas yang dikenal dengan nama lockdown.

Salah satunya adalah negara Malaysia, negara tersebut melakukan lockdown selama 2 minggu ke depan akibat penyebaran virus corona yang sudah semakin meluas di negaranya.

Baca Juga: Akibat Virus Corona Membuat Menteri Kesehatan Inggris Kehilangan 2 Kemampuan Ini...

Data dari WHO yang dikutip Zonajakarta, tercatat jumlah kasus positif virus corona di Malaysia saat ini pada 23 Maret 2020, berjumlah 1.183 orang. Jumlah meninggal dunia tercatat 9 orang.

Lockdown merupakan langkah besar yang dlakukan banyak negara akibat masifnya virus corona menulari manusia.

Kebijakan luar biasa yang dilakukan pemerintah Malaysia pada 18 Maret 2020 lalu membuat kerugian bagi masyarakatnya.

Baca Juga: Lagi Pemain Sepakbola Juventus, Paulo Dybala Tepapar Virus Corona

Salah satu kelompok menegah kebawah di Malaysia merasa dirugikan akibat langkah luar biasa yang diambil oleh Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin.

Kelompok tersebut mengatakan, pemerintah telah melangar hak asasi manusia atau HAM serta melakukan langkah tidak demokratis.

Halaman:

Editor: Richard Tamon

Sumber: Pikiran Rakyat

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X