Warga Malaysia Tidak Terima Pemerintah Lakukan Lockdown, Diangap Pemerintah Tidak Demokratis...

- 23 Maret 2020, 10:25 WIB
MALAYSIA telah menyerukan lockdown sejak Selasa, 17 Maret 2020 karena wabah corona.*

Diketahui, pemerintah Malaysia ternyata memberlakukan penjara dan denda 1.000 riggit bagi warganya yang melangar kebijakan lockdown.

Hal ini yang membuat kelompok tersebut mengatakan kebijakan lockdown tersebut diangap tidak demokratis.

Baca Juga: Singapura Informasikan Satu Warganya Meninggal Dunia Akibat Virus Corona, Satu Lagi Warga Negara Indonesia

Dilansir CNA, Minggu, langkah lockdown selama 14 hari ini membuat keseharian di Malaysia berantakan, banyak orang berebut membeli bahan makanan dan terpaksa bekerja dari rumah.

Kebijakan lockdown oleh pemerintah membuat dampak langsung pada pencari nafkah, terutama mereka yang sangat bergantung pada penghasilan sehari-hari.

“Saya harus berbagi dengan kerabat saya di rumah. Apa yang harus kami lakukan? Siapa yang akan mengganti kerugian kami?” kata Wong Kok Wah, bapak 62 tahun pemilik kedai kopi.

Baca Juga: Kasus Virus Corona di Malaysia Tertinggi di Asia Tenggara, Pemerintah Lakukan Lockdown!

“Saya harus tetap menggaji dan membayar biaya sewa tempat walaupun kami sudah tutup,” tambah Wong.

Termasuk seorang musisi lokal, Raj juga turut kehilangan penghasilan karena tidak bisa manggung di acara hajatan seperti sebelum lockdown.

Selain itu, sejumlah booking-an di beberapa pesta kawin, terpaksa dibatalkan.

Halaman:

Editor: Richard Tamon

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X