Analisa Pakar China soal Rusia Perintahkan Mobilisasi Parsial: Tanda Krisis Dunia Makin Parah dan Mengenaskan

- 22 September 2022, 21:30 WIB
Ilustrasi bendera Rusia, negara itu dikabarkan masih mengobarkan perang terhadap Rusia, ini tanggapan Indonesia.
Ilustrasi bendera Rusia, negara itu dikabarkan masih mengobarkan perang terhadap Rusia, ini tanggapan Indonesia. /Pixabay/IGORN

ZONAJAKARTA.com - Rusia sepertinya semakin siap siaga dan tegas mengambil keputusan di tengah tekanan sanksi dari Barat.

Di tengah meningkatnya tekanan dari AS dan Barat, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan pada hari Rabu mobilisasi sebagian dari cadangan militer negara, dan menunjukkan bahwa Barat menimbulkan ancaman bagi keberadaan Rusia, berjanji untuk menggunakan semua instrumen yang dimilikinya untuk melawan serangan ancaman terhadap integritas teritorialnya karena empat wilayah di Ukraina timur berencana untuk mengadakan referendum dalam beberapa hari mendatang.

Pakar China mengatakan itu adalah tanda yang jelas dari eskalasi krisis Ukraina, terutama ketika blok Barat telah menculik Majelis Umum PBB (UNGA) yang sedang berlangsung dan mengubahnya menjadi panggung anti-Rusia, terus mengobarkan api dan semakin meredupkan peluang perdamaian dan negoisasi.

Baca Juga: Perang Semakin Meledak! Putin Umumkan Mobilisasi Militer, Ratusan Ribu Tentara akan Bertempur

Putin mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada hari Rabu bahwa Kementerian Pertahanan Rusia telah merekomendasikan untuk menarik pasukan cadangan militer ke dalam dinas aktif, dan tindakan tersebut masuk akal dan perlu dalam situasi tersebut, RT melaporkan, "Negara ini memerangi seluruh mesin militer Barat di Ukraina, dan Putin menuduh Kiev mundur dari pembicaraan damai dengan Moskow.

Keputusan mobilisasi akan membuat 300.000 personel tambahan dipanggil untuk bertugas di Ukraina, menurut laporan media.

Reuters mengatakan itu adalah mobilisasi pesanan pertama negara itu sejak Perang Dunia II dan The New York Times menggambarkannya sebagai pidato langka kepada negara itu karena "Rusia menderita kerugian besar."

Baca Juga: 33 Tahun Vakum, Kini Pembom Siluman B-21 Raider AS Bangkit dengan Fitur Canggih yang Menggemparkan Dunia

Pidato tersebut dibuat setelah empat wilayah di Ukraina Donetsk, Lugansk, Zaporizhzhia dan Kherson memutuskan pada hari Selasa untuk mengadakan referendum dari 23 hingga 27 September. Putin juga mengatakan pada hari Rabu bahwa Rusia akan "melakukan yang terbaik untuk keamanan referendum di wilayah ini," kata TASS.

Halaman:

Editor: Muhammad Yusuf

Sumber: Washington Post New York Times Global Times Reuters TASS


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x