Bukan Karena Covid-19, Kebijakan Lockdown di Inggris Justru 'Membunuh' 21.000 Warganya Gara-gara Ini

- 1 Agustus 2020, 10:00 WIB
Ilustrasi lockdown /Pixabay

 

ZONA JAKARTA - Banyak negara memberlakukan kebijaka lockdown atau karantina wilayah untuk menangani pandemi.

Sebagian merasakan dampaknya yang mengurangi penyebaran corona lebih parah, namun ada pula yang justru merasakan sebaliknya.

Salah satu conton buruk penerapan kebijakan ekstrim itu ialah negara Inggris.

Baca Juga: Pertama Kali, Virus Corona Renggut Nyawa di Vietnam

Sebuah studi mendapati sekitar 21.000 orang ternyata tewas bukan karena virus corona, melainkan akibat jauhnya akses bantuan medis.

Dikutip dari Daily Mail via Pikiran-Rakyat.com, Inggris memberlakukan pembatasan ketat selama delapan minggu berturut-turut.

Setiap minggunya, bertambah 2.700 kematian yang tidak diinginkan, melebihi catatan tahunan di sana.

Kebanyakan dari mereka meninggal karena tak bisa mengakses pertolongan medis yang kadang dibutuhkan di tengah malam.

Baca Juga: Kabar Buruk, Ilmuwan Jerman Beberkan Vaksin Corona Belum Tersedia Pada 2021

Halaman:

Editor: Nika Wahyu

Sumber: Pikiran Rakyat, Daily Mail


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X