Bak Zaman Soeharto, Ribuan Masyarakat Demo Gulingkan PM Thailand, Prayuth Justru Ancam Warganya

- 16 Oktober 2020, 17:53 WIB
Prayuth /Kolase Zonajakarta.com/ANTARA

"Ini bukan pertemuan damai yang disahkan oleh konstitusi. Ini juga berdampak langsung pada pengendalian Covid-19, yang secara langsung berdampak pada perekonomian bangsa yang rentan. Sangat penting untuk segera dilakukan tindakan perbaikan ini dan menghentikan perilaku ini secara efektif sehingga hukum dihormati dan publik tertib." lanjut kutip.

Baca Juga: SBY Difitnah Jadi Dalang Demo, Menhan Prabowo Bongkar Kekuatan Besar Dibalik Aksi Tolak Omnibus Law

Dengan adanya dekrit tersebut, maka pemerintah melarang berkumpulnya lima orang atau lebih di Bangkok.

Pihak berwenang memiliki kekuasaan untuk melarang orang memasuki area mana pun yang mereka tunjuk.

Selain itu, dekrit melarang publikasi berita, media lain, dan informasi elektronik yang berisi pesan yang dapat menimbulkan ketakutan atau sengaja memutarbalikkan informasi.

Baca Juga: Pemerintah Akhirnya Sangkal Tuduhan SBY Sebagai Dalang Demo, Sebut Sudah Kantongi Aktor Sebenarnya

Televisi pemerintah Thailand mengumumkan bahwa pemerintah mengeluarkan keputusan darurat dengan alasan menjaga perdamaian dan ketertiban dalam negeri.

Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengeluarkan dekrit keadaan darurat
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengeluarkan dekrit keadaan darurat

PM Prayuth Tidak Akan Mundur

Meski desakan massa terus meminta agar Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha untuk mundur, namun sang perdana menteri justru memperingatkan massa aksi untuk menyerah dengan tuntutan mereka.

Halaman:

Editor: Ines Dewi

Sumber: Reuters, RRI, ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X