Didesak Mundur, PM Thailad Justru Ancam Akan Penjarakan Warga yang Masih Nekat Demo

- 17 Oktober 2020, 15:51 WIB
Pro-democracy protesters flashing the three-fingers salute, attend a mass rally to call for the ouster of prime minister Prayuth Chan-ocha's government and reforms in the monarchy, in Bangkok, Thailand, September 20, 2020. REUTERS/Jorge Silva /JORGE SILVA/REUTERS

Zonajakarta.com- Bangkok kini tengah menjadi sorotan di berbagai media di luar negeri.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan masyarakan Thailand dalam rangka menggulingkan Raja Maha Vajiralongkorn ini berujung pada keluarnya dekrit keadaan darurat.

Dekrit keadaan darurat di Thailand ini melarang orang untuk berkerumun dengan alasan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Waktunya Cek Merchant Baru ShopeePay Minggu Ini Untuk Referensi Makanan Hingga Kecantikan

Didalam dekrit yang ditandatangani langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha tersebut, menyatakan pemerintah menuduh banyak orang telah menghasut masyarakat untuk menyebabkan kekacauan di Bangkok.

"Ada perilaku yang mempengaruhi, dan ada alasan untuk percaya bahwa ada perilaku kekerasan yang mempengaruhi keamanan negara, keselamatan dalam hidup, atau aset rakyat dan negara," bunyi dekrit tersebut seperti dilansir dari ANTARA, Jumat (16/10/2020).

Pemerintah juga mengklaim jika aksi yang dilakukan para demonstran saat ini bukanlah aksi damai.

Baca Juga: ShopeePay Day Digelar 15 Oktober Hadirkan Solusi Belanja Hemat Sambut Shopee 11.11 Big Sale

Keadaan seperti ini, dianggap pemerintah Thailand dapat memperburuk situasi ekonomi dalam negeri yang memang sudah terpuruk karena pandemi.

Halaman:

Editor: Ines Dewi

Sumber: Reuters, ANTARA, Zonajakarta


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X