Suaminya Dilaporkan ke Bareskrim Polri Atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik, Annisa Pohan : Tidak Punya Hak Suara

- 8 Maret 2021, 19:13 WIB
Suaminya Dilaporkan ke Bareskrim Polri Atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik, Annisa Pohan : Tidak Punya Hak Suara /Instagram/@anbusayudhoyono/

ZONAJAKARTA.com - Moeldoko kini menjelma jadi Public Enemy No.1 DPP Partai Demokrat.

Bagaimana tidak, ia terpilih secara ilegal sebagai Ketua Umum Partai Demokrat di KLB Deli Serdang pada 5 Maret 2021 lalu.

Seiring berjalannya waktu sejumlah informasi lain bermunculan dimana sebelum ada nama Moeldoko, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pernah diminta mengkudeta posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketum Partai Demokrat.

"Siapa sih yang nggak mau (jadi Ketum Demokrat)? partai dengan 8 persen suara," kata Gatot seperti dikutip zonajakarta.com dari kanal Youtube Bang Arief yang mewawancarai Gatot pada 5 Maret 2021.

Baca Juga: Hidup Prihatin di Negeri Orang, Pengakuan Kaesang Pangarep Santap Daging Babi di Singapura : Enak, Maknyus!

"Ada juga yang datang sama ke saya," lanjut Gatot.

'Wih menarik juga' saya bilang. Gimana prosesnya? Begini pak, nanti kita bikin KLB. KLB terus gimana? Ya nanti visi yang dilakukan adalah kita mengganti AHY dulu. Mosi tidak percaya, AHY turun. Setelah turun, baru pemilihan," jelas Gatot menerangkan apa yang dulu disampaikan kepadanya.

Karena tak mau terlibat politik tak sehat, maka Gatot menolak ajakan itu.

Menanggapi adanya KLB ini sendiri, AHY juga bereaksi keras.

Halaman:

Editor: Beryl Santoso

Sumber: YouTube, Instagram


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X