Shalat Jumat Dilakukan dengan Cara Bergelombang, Ini Kata Jusuf Kalla

- 3 Juni 2020, 06:20 WIB
ILUSTRASI shalat /pexels/vjapratama

Zonajakarta.com - Jusuf Kalla mengatakan pelaksanaan ibadah shalat Jumat harus dilakukan secara bergelombang.

Hal ini terkait pada protokol kesehatan di tengah wabah virus corona.

Baca Juga: Pelayanan SIM Sudah Dibuka 30 Mei 2020, SIM Mati Hingga 29 Juni Tidak Harus Membuat SIM Baru

Sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia atau DMI, Jusuf Kalla menjelaskan ibadah shalat Jumat harus menerapkan jaga jarak antar umat saat melakukan ibadah.

Hal ini akan mengurangi kapasitas masjid dari biasanya.

"Karena ketentuan jaga jarak itu minimal satu meter, berarti daya tampung masjid itu hanya maksimal 40 persen daripada kapasitas biasa. Akibatnya, banyak jamaah tidak tertampung, tidak bisa shalat Jumat," kata Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Breaking News: 102 Wilayah Diijinkan Menerapkan Kegiatan Produktif

Jusuf Kalla yang biasa dipanggil JK itu, mengatakan pada saat ibadah di Masjid selalu penuh setiap ibadah di hari Jumat itu, sehingga perlu dilakukan jaga jarak antar jemaah.

"Dulu jamaah shalat Jumat membludak, dan rapat. Kalau sekarang, jaraknya (harus) satu meter. Oleh karena itu, kami menganjurkan untuk shalat Jumat dilaksanakan dua kali atau dua gelombang atau dua shift. Itu bisa dan sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Tahun 2001," kata JK.

Halaman:

Editor: Richard Tamon

Sumber: Antara, Kemenag


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X