Suku Baduy Minta Hapus Wilayahnya dari Destinasi Wisata, Begini Tanggapan DPR dan Kementerian LHK

- 9 Juli 2020, 19:45 WIB
Sejumlah warga Baduy Dalam menggunakan masker berjalan menuju kota Rangkasbitung di Kecamatan Cimarga, Lebak, Banten, Sabtu 30 Mei 2020. /- Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/hp

ZONA JAKARTA - Kita patut bangga dengan Indonesia karena suku, budaya dan wisatanya yang beraneka ragam.

Salah satunya yang menarik perhatian ialah tempat wisata berkunjung ke Suku Baduy, kelompok etnis masyarata adat suku Banten di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Kehidupan Suku Baduy yang syarat akan adat istiadat dan hidup di tengah hutan tentu memiliki daya tarik sendiri bagi wisatawan.

Baca Juga: Diam-diam Keluar dari Pintu Belakang, Apa yang Dilakukan Erick Thohir di KPK? Anak Buah Bersuara

Namun, beberapa waktu lalu pihak dari Suku Baduy menghendaki agar pemerintah menghapus wilayah mereka sebagai destinasi wisata.

Dikutip Zona Jakarta dari Pikiran Rakyat, masyarakat Baduy mengirim surat ke Presiden Jokowi berisi permintaan agar wilayah adat mereka bisa dihapus dari destinasi wisata.

Surat tersebut ditandatangani oleh Jaro (kepala desa) Saidi sebagai Tanggungan Jaro 12, Jaro Aja sebagai Jaro Dangka Cipari, dan Jaro Madali sebagai Pusat Jaro 7.

Baca Juga: Dapat Teror Ancaman dari Netizen, Sherina Munaf Beri Peringatan Tegas: Kita Akan Tindak ke Polisi!

Para tetua adat itu merasa terganggu dengan dokumentasi yang dilakukan para wisatawan.

Halaman:

Editor: Nika Wahyu

Sumber: Pikiran Rakyat, Antara News


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X