Kasus Djoko Tjandra Melibatkan Jenderal Aktif Polri, Yasonna Laoly: Harus Dipidana

- 2 Agustus 2020, 13:02 WIB
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly dan Djoko Tjandra yang berhasil ditangkap Kepolisian pada 30 Juli 2020 /PR

Zonajakarta.com - Boronan 11 tahun Djoko Tjandra akhirnya berhasil ditangkap dan dibawa kembali ke Indonesia pada 30 Juli 2020 lalu.

Keberhasilan Polisi menangkap Djoko Tjandra berkat diketahui atas perintah Presiden Joko Widodo yang memerintahkan lansung kepada Kapolri Idham Aziz untuk segera menangkap Djoko Tjandra.

Perintah tersebut disambut dengan membentuk Tim Khusus dan dipimpin langsung oleh Kabareskrim Polri Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga: UPDATE Covid-19 di Dunia 1 Agustus, Amerika Masih yang Tertinggi Sehari Tambah 70.000 Kasus Baru

Setelah Tim Terbentuk dan mengetahui posisi Djoko Tjandra di Malaysia, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis segera melayangkan surat kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk melakukan kerjasama, atau biasa disebut Police to Police.

Hasilnya seperti diketahui, dipimpin oleh Kabareskrim Polri Pol Listyo Sigit Prabowo, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020 berhasil ditangkap dan dibawa ke Indonesia.

Baca Juga: Dikompori AS, China Kirim Jet Tempur Hingga Pesawat Pengebom ke LCS untuk Berperang

"Alhamdulillah Djoko Tjandra bisa dibawa kembali melalui jalur penerbangan via Halim, menjawab pertanyaan publik apa yang terjadi selama ini," kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Kamis 30 Juli 2020.

Kabareskrim Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa penangkapan Djoko Tjandra merupakan jawaban pertanyaan masyarakat soal kemampuan aparat hukum khususnya aparat Kepolisian.

Halaman:

Editor: Richard Tamon

Sumber: Pikiran Rakyat, Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X