Tak Digaji Sejak Bulan Mei, 700 Karyawan Garuda Kini Diputus Kontraknya, Begini Kata Direktur Utama

- 28 Oktober 2020, 10:51 WIB
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. /Antara Foto/Fikri Yusuf/

Zonajakarta.com- Sudah hampir 8 bulan pandemi corona melanda Indonesia.

Akibatnya banyak aktivitas dan sektor perekonomian terhambat dengan adanya wabah virus covid-19.

Salah satunya adalah perusahaan penerbangan ternama milik BUMN, Garuda Indonesia.

Baca Juga: Serbu Promo Shopee Gajian Sale! Ada Promo Gratis Ongkir, Cashback Kilat 100%, Hingga Flash Sale 60RB

Pasalnya, dikutip Zonajakarta.com dari Antara, PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) memastikan untuk memenuhi seluruh hak karyawan tenaga kerja kontrak yang terdampak penyelesaian lebih awal masa kontrak kerja.

"Melalui penyelesaian kontrak lebih awal tersebut, Garuda Indonesia memastikan akan memenuhi seluruh hak karyawan yang terdampak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk pembayaran di awal atas kewajiban perusahaan terhadap sisa masa kontrak karyawan," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra  saat memberikan materi di Webinar SBM ITB.*
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat memberikan materi di Webinar SBM ITB.*

Ia menyampaikan kebijakan itu mulai berlaku tanggal 1 November 2020 kepada sedikitnya 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak yang sejak Mei 2020 telah menjalani kebijakan "unpaid leave" imbas turunnya demand layanan penerbangan pada masa pandemi.

Baca Juga: Rekomendasi Road Trip Seru ke Tempat Hits di Jakarta dan Hidden Gem di Sentul

Halaman:

Editor: Lusi Nafisa

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X