Singgung UU ITE, Karni Ilyas: Tidak Semua Penjahat Masuk Penjara, Tidak Semua Orang Baik Ada di Luar

- 20 November 2020, 18:00 WIB
Karni Ilyas saat memandu acara televisi. /Instagram.com/@presidenilc

Zonajakarta.com - Presiden Indonesia Lawyer Club (ILC) Karni Ilyas menyinggung perihal tata hukum yang ada di Indonesia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Karni Ilyas melalui kanal Youtube Deddy Corbuzier.

Awalnya, Karni Ilyas mengungkapkan jika Undang-undang (UU) ITE bisa menjerat seseorang jika terbukti telah mencemarkan nama baik, menyebarkan kebencian hingga sara.

Baca Juga: Tips Handal Membuat PIN ShopeePay yang Aman untuk Menjaga Keamanan Akun

Pria bergelar Sutan Bareno sekaligus pejuang hukum Indonesia itu menjelaskan alasannya kurang menyetujui UU ITE.

"UU ITE merupakan asas pidana bahwa pidana itu diizinkan menghina orang demi kepentingan publik. Seperti misalnya Djoko Tjandra koruptor, ya itu demi kepentingan publik. Kalau enggak ya semua media semua kena," kata Karni Ilyas seperti dikutip Zonajakarta.com, Jumat (20/11).

"Harusnya kena semua. Tapi terlindung ayat 3 pasal 310 KUHP, bahwa itu untuk kepentingan publik. Nah UU ITE tidak mencantumkan kepentingan publik. Untungnya kalau pers bisa terlindung UU Pers, jadi kalau keberatan Dewan Pers," imbuhnya.

Baca Juga: Ketok Palu, Mendikbud Nadiem Makarim Izinkan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Januari 2021

Menilai hal tersebut, Deddy mengungkapkan adanya UU ITE membuat banyak orang takut untuk bebas berbicara.

Halaman:

Editor: Nika Wahyu


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X