Nadiem Makarim Dipanggil KPK, Efek NU, Muhammadiyah dan PGRI Mundur dari POP

- 30 Juli 2020, 13:00 WIB
Nadiem Makarim Dipanggil KPK, Efek NU, MUhammadiyah dan PGRI Mundur dari POP /Instagram/@nadiem_makarim__/

ZONA JAKARTA - Tiga organisasi besar yang telah berkontribusi membangun dunia pendidikan di Indonesia yakni NU, Muhammadiyah dan PGRI menyatakan mundur dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Mundurnya ketiga organisasi legend itu membuat publik curiga ada yang tak beres dalam POP.

Dalam keterangannya baik Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan juga PGRI menilai bahwa pemilihan ormas dan lembaga yang dinyatakan lolos oleh Kemendikbud dalam evaluasi proposal bantuan dana POP tidak jelas serta tidak transparan.

Terlebih masuknya Putra Sampoerna dan Tanoto Foundation jadi mitra POP Kemendikbud disinyalir adanya konflik kepentingan.

Baca Juga: Perangi Corona, Presiden Jokowi Segera Gelar Vaksinasi Massal

Kedua pengusaha itu ternyata malah mendapatkan kategori Gajah sebesar Rp20 miliar dari POP Kemendikbud

Alasan itulah yang membuat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar mengatakan akan mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim terkait polemik mengenai POP.

Bukan hanya soal POP, kebijakan Kemdikbud lain yang saat ini menjadi polemik di masyarakat pun akan dievaluasi oleh KPK.

"Tapi mungkin bisa disambung ya, kalau rekomendasi kita hari ini bisa kita sampaikan ke pak Menteri atau mas Menteri, karena beberapa hal terkait sekarang lagi ramai POP, kita rencana mengundang pak Menteri ke mari (KPK) bersama Irjen dan Dirjennya, jadi mungkin itu salah satu agenda kita sampaikan akan menelaah tersebut," kata Lili di webinar yang berjudul 'Menjaga Integritas Dalam Implementasi Kebijakan PPDB' seperti dilansir Pikiranrakyat-Depok.com dari RRI pada Rabu, 29 Juli 2020.

Halaman:

Editor: Beryl Santoso

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X