Pertaruhkan Nyawa, Mbah Maridjan: Jika Saya Pergi Mengungsi, Siapa yang Mengurus Tempat Ini

- 26 Oktober 2020, 14:45 WIB
BUNKER Merapi di Kaliadem, Cangkringan Sleman.* //Azam Sauki Adam via PORTAL JOGJA

Zonajakarta.com - Kalimat-kalimat terakhir keluar dari bibir tuanya ketika Mbah Maridjan akan dievakuasi menjelang erupsi Gunung Merapi.

Sesaat sebelum erupsi Merapi pada 26 Oktober 2010 lalu, juru kunci Mbah Maridjan bersikukuh tidak mau meninggalkan rumahnya.

Sikapnya tersebut sebagai bentuk setia karena sumpah suci yang diemban sebagai abdi dalem Keraton Yogyakarta yang ditugaskan untuk 'menjaga' Merapi.

Hingga akhirnya, Mbah Maridjan sendiri memilih menutup usianya di kediamannya yang tersapu awan panas.

Baca Juga: Serbu Promo Shopee Gajian Sale! Ada Promo Gratis Ongkir, Cashback Kilat 100%, Hingga Flash Sale 60RB

Pada 26 Oktober 2010, tepat 10 tahun Gunung Merapi mengalami erupsi yang maha dahsyat dan menelan ratusan korban jiwa.

Kesetiaan Mbah Maridjan 'menjaga' Merapi hingga akhirnya hayatnya menyentuh hati siapa saja yang mendengarkan kisahnya.

Dilansir dari kanal Youtube BPPTKG Channel, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 398 orang meninggal dunia karena letusan Merapi.

Tercatat juga 400.000 pengungsi, 3.000 rumah rusak, 2.000 penerbangan dibatalkan, dan kerugian material mencapai Rp 3,5 triliun.

Halaman:

Editor: Nika Wahyu

Sumber: Antara News, Youtube BPPTKG Channel


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X