AS Kerahkan F-22 Raptor ke Eropa Karena Invasi Rusia, Bagaimana Dampaknya pada Su-57?

- 6 Agustus 2022, 11:17 WIB
F-22 Raptor
F-22 Raptor //militaryanalizer.com
 
ZONAJAKARTA.com - Menandai khawatirnya AS dengan serangan Rusia, F-22 Raptor akhirnya dikerahkan ke Eropa.
 
Diketahui, 6 dari 12 F-22 sudah tiba di pangkalan angkatan udara Ask di Polandia tengah.
 
Misi ini ditujukan untuk melindungi wilayah udara di sepanjang perbatasan Timur NATO.
 
Ini juga dilakukannya untuk menggagalkan potensi agresi Rusia.
 

Beberapa hari yang lalu, F-22 mendarat di RAF Lakenheath di Inggris saat dalam perjalanan ke Polandia, seperti dilansir EurAsian Times. 

"Misi Perisai Udara NATO mengintegrasikan unit Pertahanan Udara dan Rudal Berbasis Udara dan Permukaan ke dalam sistem Pertahanan Udara dan Rudal Terpadu NATO di bawah Komando dan Kontrol NATO,” kata USAF dalam siaran pers.

Tak hanya itu, USAF juga mengungkapkan ini bisa melindungi sekutu NATO.

“Ini akan memberikan perisai yang hampir mulus dari Baltik ke Laut Hitam,

 
 
memastikan Sekutu NATO lebih mampu menjaga dan melindungi wilayah, populasi, dan pasukan Aliansi dari ancaman udara dan rudal,” tambah USAF.

Raptor adalah bagian penting dari gugus tugas serangan global.

 
Jet ini dirancang untuk memproyeksikan dominasi udara dengan cepat dan pada jarak yang jauh untuk mengalahkan ancaman.
 
Tak hanya itu, peluang pembunuhan pertama terhadap ancaman juga disediakan oleh kombinasi kapasitas sensor, avionik terintegrasi, kesadaran situasional, dan senjata.
 
Baca Juga: Pangkalan PLA Navy dekat Natuna Utara Bisa Dihancurkan dengan Mudah Oleh Senjata Terbaru Kawan Lama Indonesia

F-22 memiliki rangkaian sensor canggih yang memungkinkan pilot untuk melacak, mengenali, menembak, dan menghilangkan ancaman udara-ke-udara sebelum ditemukan. 

 
Ini adalah platform yang sangat strategis untuk mendukung NATO Air Shielding karena “tidak dapat ditandingi oleh pesawat tempur yang dikenal atau diproyeksikan.”
 
Mengutip Military Watch Magazine, F-22 adalah salah satu dari hanya dua pesawat tempur generasi kelima Barat yang beroperasi.
 
Saingannya F-22 dari Rusia mungkin saja Su-57.
 
 
Meskipun menjadi pejuang utama NATO dan Rusia, F-22 maupun Su-57 tidak diharapkan memainkan peran utama jika permusuhan antara Moskow dan aliansi Barat meningkat. 
 
Jumlah kecil F-22, jarak pendek, avionik tertanggal, tingkat ketersediaan yang sangat rendah, dan ketidakmampuan untuk berjejaring secara efektif dengan aset modern.
 
F-22 juga punya kekurangan yaitu kurangnya kemampuan jangkauan visual selain pertempuran udara ke udara.
 
Ini secara serius membatasi bagaimana hal itu dapat terjadi digunakan.
 
 
Sementara itu, armada Su-57 yang dihadapinya tetap terlalu kecil dan pada awal pengembangannya memiliki dampak yang serius.  (ZJ)

Editor: Tara Savika

Sumber: Eurasian Times Military Watch Magazine


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x