Malaysia Semringah, Akhirnya Terima CN-235 MSA, Pesawat Buatan Indonesia yang Dimodifikasi AS

- 6 Agustus 2022, 13:35 WIB
CN-235 MSA
CN-235 MSA /navyair.navy.mil
 
ZONAJAKARTA.com - Amerika Serikat (AS) akhirnya mengirimkan pesawat CN-235 MSA ke Malaysia.
 
Sebelumnya, telah diketahui kalau pesawat Angkatan Udara Kerajaan Malaysi (RMAF) CN-235 dimodifikasi ke platform MSA.
 
Di mana modifikasi ini berlangsung tiga setengah tahun setelah Amerika Serikat menandatangani Surat Penawaran dan Penerimaan untuk memulai upaya peningkatan kemampuan yang terlibat.
 
Dalam hal ini, akhirnya CN-235 pertama Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) sudah dimodifikasi ke platform Maritime Surveillance Aircraft (MSA).
 

Menurut pernyataan USN di situs webnya, upaya tersebut berada di bawah program USN's Building Partner Capacity.
 
Mengutip Defence Security Asia, program ini sejajar dengan Maritime Security Initiative oleh pemerintah Amerika Serikat.
 
Di mana ia bertujuan membantu pemerintah Malaysia dalam meningkatkan keamanan dan pemantauan domain maritim di negara itu atau Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Proyek ini melihat upaya untuk mengintegrasikan kemampuan Intelijen, Pengawasan dan Pengintaian (ISR) ke dalam pesawat RMAF.
 
Baca Juga: RIMPAC 2022 Resmi Ditutup, KRI I Gusti Ngurah Rai 332 Sempat Menjadi Pemimpin Latihan

Upaya untuk memodifikasi pesawat CN-235 ke level MSA termasuk peralatan suite misi pengawasan maritim, radar pengawasan maritim, menara inframerah elektro-optik, datalink line-of-sight dan juga stasiun operator sistem misi roll-on/roll-off.

“Program CN-235 Malaysia akan menjadi kemampuan ganda terhadap kemampuan ISR bangsa,

 
dan sekaligus mendukung upaya bersama antara Malaysia dan Amerika Serikat untuk memastikan keamanan internasional, 
 
khususnya di kawasan Indo-Pasifik,” menurut Direktur CN-235, Kantor Kerjasama Keamanan di Komando Sistem Udara Angkatan Laut, Ron Weinberger. 
 
 
Sebelumnya perlu diketahui kalau CN-235 itu adalah buatan Indonesia.
 
Lebih tepatnya, CN-235 tersebut diterbangkan ke fasilitas PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung untuk menjalani pekerjaan modifikasi pada September 2020 dan penerbangan pertama dilakukan pada Oktober 2021.
 
Dilansir dari laman PTDI yakni indonesian-aerospace, PTDI berkomitmen untuk terus mendukung seluruh pesawat CN235-220M RMAF di masa yang akan datang.
 
Ini termasuk dukungan untuk keberlanjutan pesawat MSI, melalui Program Follow On Support yang mencakup training, dukungan spare part & repair, technical assistance, services dan updated technical publication.
 

Hingga saat ini, PT DI sudah membangun Integrated Display (Glass Cockpit) pada 15 unit pesawat CN235.
 
Di mana 1 unit diantaranya adalah Full Glass Cockpit pada pesawat CN235 NextG serial number N70 milik TNI AL.

PTDI juga bekerjasama dengan Integrated Surveillance and Defense, Inc (ISD) yang berkantor pusat di Wilsonville, Oregon, Amerika Serikat dalam menyediakan dan integrasi Mission Management Systems (MMS) untuk 3 unit pesawat CN235-220 milik RMAF.
 
 
Pekerjaan modifikasi dua lagi pesawat RMAF CN-235 ke platform MSA masih berlangsung, dan diharapkan akan selesai tahun ini. (ZJ)

Editor: Tara Savika

Sumber: Defence Security Asia indonesian-aerospace.com


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x